PDOGG INTERVIEW : "Mereka tidak pernah menulis cerita (lagu) yang tidak mereka tahu (alami)"
BTS memulai karir mereka tanpa sesuatu yang istimewa. Mereka tidak berambisi untuk menuju puncak dengan debut lagu mereka karena mereka memulainya dari perusahaan kecil dan bukan salah satu perusahaan agensi besar di Korea. Mereka menceritakan cerita mengenai proses pendewasaan mereka yang dibungkus di trilogi album mereka “School Trilogy: 2 Cool 4 Skool / O!RUL8,2? / Skool Luv Affair “ dan “Youth Trilogy (HYYH) : HYYH Pt 1 / HYYH Pt 2 / Young Forever “, pertumbuhan penjualan trilogi album tersebut menampilkan grafik yang stabil dimana hal tersebut merupakan hal asing dalam industri musik di Korea.
Tidak seperti agensi pada umumnya dimana agensi biasanya
yang me-manage akun media sosial
mereka, BTS me-manage akun media
sosial mereka sendiri secara bersama-sama (bergantian) secara langsung
berinteraksi dengan fans (A.R.M.Y) mereka. Media sosial dan pesan-pesan dalam
lirik lagu mereka membuat dunia mengenal BTS. Tidak dipungkiri bahwa mereka
malah lebih dikenal di luar Korea terlebih dahulu dibandingkan di negaranya
sendiri. Mengawali sebagai “dirtspoon” dan
memenangkan “Top Social Artist” di ajang penghargaan Billboard 2017
memperlihatkan bahwa mereka mengambil jalan yang berbeda dalam petualangan
mereka untuk berjalan menuju puncak.
Proses memproduksi musik di grup ini berbeda dengan grup
idola yang lain. Cerita ini dimulai ketika CEO Big Hit (Bang Si Hyuk) merekrut
Pdogg di sebuah internet café. Bang Si
Hyuk datang ke Seoul di tahun 2007 dan fokus dalam membuat musik-musik Ballad untuk musisi seperti 8eight, Lim
Junghee, 2AM dan lainnya, namun “ceritanya” dimulai ketika Sleeppy (seorang
rapper) menemukan RM (Rap Monstr a.k.a Runch Randa) dan membawanya ke studio. Pertemuan
antara seorang produser yang lahir di Changwon namun meyakini bahwa musiknya
berkiblat ke LA dan seorang trainee bertalenta
yang sudah terkenal di kalangan musisi underground
secara natural menghasilkan hip hop sebagai musik mereka. Batas musikal
mereka berdua meluas seiring bertambahnya anggota Bangtan seperti Suga dan J-hope.
Pdogg yang ditemui di tempat kerjanya di Big Hit mengatakan “Identitas
musik para anggota BTS sudah terbentuk dengan sempurna di titik tertentu ketika
aku bertemu mereka untuk pertama kalinya. Aku lulus dari jurusan pendidikan
musik di universitas sehingga aku mengajarkan mereka teori secara menyeluruh,
namun dibandingkan mengajarkan mereka seperti seorang guru aku lebih memilih
untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan mereka secara langsung.
Seperti apa “Persiapan Efektif” yang diajarkan oleh Pdogg,
seorang produser dibalik lagu-lagu hit BTS seperti “No More Dream”, “I Need U”,
“Blood, Sweat & Tears”, “Spring Day”, dan yang terbaru “DNA”. Sehingga BTS,
sebuah grup idola yang keseluruhan anggotanya dapat berpartisipasi dalam
membuat lagu mereka.
Q : Bagaimana
caramu mengajar dikelas ?
A : Biasanya kami menonton film atau
mendengarkan lagu bersama-sama. Contohnya,
dengan menonton film “8 Miles” dimana film tersebut menyuguhkan
rap battle di
sebuah hip hop club di Detroit, kami
berdiskusi bagaimana lirik-lirik mentah dalam battle tersebut tercipta,
termasuk fashion dan life-style hip hop dalam film tersebut. Kami mencari dan
mendengarkan sampling track yang digunakan di film tersebut dan aku memberikan
mereka tugas terkait track itu.
Q : Tugas
apa itu?
A : Seperti yang kau ketahui, BTS merupakan
grup idola yang menceritakan
pertumbuhan mereka secara naratif. Untuk mencapai hal tersebut
kami
mendiskusikannya secara mendalam. Setiap lagu berbeda, namun
seringkali kami
memulainya dengan penentuan beat lagu yang disesuaikan dengan
subjek lirik lagu
tersebut. Kami tidak menyelesaikannya jika beat lagu yang kami
hasilkan jelek, jadi
tiap orang membuat beat-nya masing-masing kemudian kami
dengarkan dan
menambahkan beberapa penyesuaian disana-sini.
Q : Bagaimana
caramu membagi-bagi tugas?
A : RM dan Suga diatas rata-rata untuk
posisi manapun (baik lirik atau beat). J-Hope
dan Jungkook juga tahu caranya membuat beat lagu dan member yang
lain
bertugas dalam pembuatan lirik lagu. Aku biasanya membuat track
dengan
menyempurnakan lirik dan melodi yang ditulis dan dibuat oleh
para anggota. 90%
lebih lirik lagu BTS ditulis sendiri oleh para anggotanya.
Q : Apa
bedanya memproduseri musik sendiri dengan bersama-sama?
A : Ketika mereke bekerja sendiri-sendiri
mereka mengekspresikan seluruh isi hati
mereka pada lagu tersebut dan mudah sekali menggambarkan diri
mereka.
Meskipun begitu, dengan bekerja secara tim kau
akan menemukan hal-hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Dengan
berkerja secara tim kami memilih ide-ide terbaik dari pria-pria bertalenta itu
dan pada akhirnya kau akan mendapatkan ide terbaik ditanganmu. Contohnya saja
lagu Spring Day yang ditulis oleh RM hanya dalam dua hari sangat bagus. Tapi
aku merasakan kekecewaan, seperti ada yang kurang dalam lagu itu, namun dengan
menggabungkannya dengan beberapa bagian yang kami dapatkan dari komposer kami
di luar negeri, lagu tersebut menjadi lebih hidup dan dampak yang dihasilkan
menjadi dua kali lipat lebih bagus.
Q : Jika
kau, sebagai seorang produser, harus memilih satu kiat rahasia dibalik
kesuksesan BTS apakah
itu?
A : Aku pikir fakta bahwa mereka
menceritakan cerita mereka sendiri dalam sebuah
lagu memegang peranan penting dalam kesuksesan mereka. Mereka
tidak menulis
sebuah cerita yang mereka tidak ketahui. Contohnya, lagu No More
Dream, liriknya
mungkin terkesan kekanak-kanakan dan tidak dewasa namun itulah
yang mereka
rasakan di umur mereka saat itu. Kemudian contoh lainnya, lagu
Move di album
HYYH Pt.1 adalah lagu yang mereka ciptakan saat mereka pindah
dari asrama yang
mereka tinggali selama 3 tahun lamanya.
Terpengaruh dengan member lainnya juga ada keuntungan
tersendiri, contohnya
saja Jin, dia seorang vokalis dan bukan
termasuk member yang terlibat dalam penulisan lagu namun ia menyelesaikan lagu
solonya sendiri disela-sela kesibukannya. Kebanyakan dari kita akan menyerah
ketika ditolak untuk ke-20 kalinya namun ia tidak pernah menyerah sampai akhir
dan itu membuatku terharu.
Q : Apakah
pernah ada momen-momen kritis?
A : Setiap momen adalah momen kritis. Kami
khawatir mengenai dampak perubahan
musik yang ada di Youth Trilogy dan School Trilogy. Untunglah I
Need U sukses di
tangga lagu dan memberikan kami sebuah
momentum tapi begitu banyak yang kami pikirkan sampai-sampai kami tidak bisa
mengejar deadline kami sendiri. Begitu banyak halangan yang ada bahkan untuk
lagu Blood, Sweat, and Tears. Moombahton Trap sedikit demi sedikit menjadi hit
di dunia namun banyak yang bilang bahwa lagu yang berbasis reggae sulit untuk
sukses di Korea dan banyak menekankan bahwa genre itu berbeda dengan genre hip
hop yang selalu dibawakan BTS. Tapi kami merasa bahwa inilah yang harus kami
lakukan dan untunglah kami mendapatkan tanggapan yang baik.
Pdogg yang jatuh cinta
pada hip hop setelah lulus dari jurusan musik vokal dan seni baik di sekolah
menengah dan atas mengatakan, “Ada bagian yang murni merupakan seni dimana kau
tidak akan bisa menyempurnakannya dengan kerja keras meskipun kau memiliki 80%
talenta. Tidak seperti musik vokal yang membutuhkan latar belakang pengetahuan
ketika kau mendengarkan sebuah musik, hip hop menarik karena siapapun bisa ikut
berempati saat mendengarnya. Ada keuntungan tersendiri ketika aku menulis
melodi sebuah lagu karena aku bisa mengerjakannya dengan pendekatan klasik
untuk menulis counter line sebuah
lagu, dan lainnya namun Bang Si Hyuk bilang aku punya sedikit sentimen trot dalam diriku. Aku rasa itu karena
aku tidak lahir dan besar di Seoul.” Ujarnya sambil tertawa.
Ketika ditanya
mengenai arah musik BTS selanjutnya, Pdogg menyampaikan bahwa akhir-akhir ini
dia senang mendengarkn Kendrick Lamar dan Drake “Aku rasa mereka cenderung
menyukai genre yang lebih adem dan dapat menenangkan pikiranmu karena kejenuhan
dengan genre musik sekarang ini. Selain itu lagu-lagu Vintage juga menyenangkan untuk didengar. Aku baru-batu ini membeli
instrumen Vintage seperti Roland JUNO
60 and aku menyukai uniknya suara yang dihasilkannya, kasar namun hangat
dikarenakan analognya jadi aku rasa musik mereka bisa saja berubah di masa yang
akan datang.”
Original Artikel : peachisodaworld and naver


