THE GUARDIANS : Reviu BTS – Kehangatan dan Keajaiban dari Boyband Terbesar di Dunia
25 menit setelah
konser BTS digelar, sebuah pesan dibacakan dengan lantang ditengah arena konser
yang padat : “Kira-kira dua jam yang lalu, Jungkook sedang melakukan pemanasan
ringan saat ia bertubrukan dengan mebel lantai dan melukai tumitnya… mengikuti
saran dari staf medis maka Jungkook akan tetap bergabung dalam penampilan malam
ini namun ia hanya akan duduk dan tidak ikut dalam koreografi apapun.”
Tidak peduli
apapun pertanyaan yang kemudian timbul –
Pemanasan apa yang dimaksud? Mebel seperti apa yang melukainya ? – intinya adalah
Raja K-pop BTS, yang saat ini
merupakan Boyband terbesar di dunia,
membuat debut mereka di UK dengan formasi tidak lengkap. Meskipun begitu
ke-enam anggota lainnya masih akan tetap tampil, hanya penggemar tidak sopan
yang menganggap hal tersebut akal-akalan saja.
Anggota lainnya –
Jin, Suga, RM, Jimin, V, dan J-Hope – melipatgandakan penampilan mereka, mereka
mengeluarkan seluruh kemampuan, hingga saat lagu pertama “Idol” selesai mereka meneguk
berliter air. Duduk dikursi dengan panggung pendek yang bisa digerakkan, dan
mungkin bersyukur karenanya, Jungkook berpartisipasi dengan cara lain. Dalam penampilan
solo yang sudah di jadwalkan bagi setiap member,
Ia mengeluarkan suara merdunya dalam lagu bergenre Pop Brooder Euphoria, meskipun begitu ia mahir dalam melakukan
harmonisasi dalam grup itu, dari nada tinggi falsetto sampai nada rendah yang
membuai. Terpengaruh oleh para penggemar – yang menyebut diri mereka “ARMY” –
Jungkook mengeluarkan frustasinya dan akhirnya meneteskan air mata penyesalan.
Rasa kasihan
juga dirasakan oleh ribuan ARMY yang tidak bisa mendapatkan tiket untuk
pertunjukkan yang sudah lama mereka nanti ini, dan mereka juga tidak bisa
menjangkau harga tiket yang disediakan oleh pihak ketiga yang mencapai harga £1,000.
Meskipun mereka bisa menyaksikan pertunjukkan ini lewat live streaming, atau mengikuti even yang diadakan di media sosial
dimana tagar #BTSLondon mulai
merebak ketika BTS mendarat di tanah Inggris hari minggu lalu, tidak ada yang
bisa menggantikan Septet asal Seoul
ini dalam raga porselein sempurna-nya secara langsung. Mereka juga melewatkan
kesempatan besar lainnya, yaitu bertemu dengan sesama anggota dari jutaan ARMY.
Apa yang membuat BTS menjadi sebuah fenomena adalah ikatan persahabatan antar
para penggemar; terlihat dari aktivitas media sosial mereka, dimana kegigihan
para ARMY membuat BTS berada di posisi puncak tangga Billboard’s Social 50 untuk minggu ke-95.
Walupun hampir
keseluruhan dari lagu-lagu mereka dalam Bahasa Korea, hal itu tidak menjadi
penghalang bagi mereka untuk meraih sukses di wilayah yang mayoritas berbahasa
Inggris – Dua album terakhir mereka memuncaki tangga lagu Amerika, album yang
pertama dari kedua-nya yaitu Love
Yourself: Tear masuk dalam 10 UK Hit. Lirik berbahasa Korea dan rupa mereka,
termasuk keyakinan akan self-acceptance yang
dirasa bukan hanya sekedar slogan saja, hal-hal tersebut malah menciptakan daya
tarik kuat pada para penggemar wanita mereka. dua kursi disebelah Saya, seorang
gadis 14 tahun-an ikut menyanyi bersama, mempelajari Bahasa korea secara
otodidak di rumah. Begitu pula dengan 20.000 orang lainnya yang berada dalam
ruangan melambaikan light-sticks ARMY
BOMB seharga £57, yang dikendalikan oleh sebuah aplikasi yang dapat
mengganti warna cahayanya, melakukan hal serupa. Namun globalisasi berjalan dua
arah. Dasar dari pertunjukan yang penuh gemerlap dan hingar-bingar ini diambil
dari “Pertunjukan Barat”, bagitu pula dengan musik yang dipengaruhi dengan EDM
dan Bieberpop.
Meskipun begitu
terdapat dua hal yang merupakan ciri khas unik mereka. Pertama adalah penekanan
mereka pada visual yang elegan, meski hanya cuplikan video ketika mereka
mengganti kostum mereka dibelakang panggung, hal itu bisa menjadi sebuah film yang
berseni. Kedua adalah kehangatan yang mereka tunjukan satu sama lain, terlihat
dari seringnya tepukan dan sentuhan yang bertukar antar anggota dan para ARMY. Jika
ada pesan yang bisa disampaikan dari pertunjukkan ini adalah, semua orang yang
terlibat berharga – sesuatu yang tidak bisa diganti.
My Opinion :
Sebenernya agak
kurang “sreg” menerjemahkan artikel ini, seolah BTS hanya sekumpulan anak-anak
tampan tanpa talent, karena tidak seperti artikel TIME yang berusaha sebisa
mungkin untuk tidak bias saat membuat artikel tentang mereka, entah kenapa The
Guardians agak sedikit bias. Sebenarnya wajar jika ini merupakan artikel
pertama mereka dan mereka sama sekali tidak tahu-menahu soal BTS, but well… this is not their first time putting our
boys in their headlines, sedikit kecewa karena ada kata-kata yang
menyiratkan Jungkook seolah bersyukur karena tidak ikut koreografi rutin dalam
konser, dude he’s freakin crying all the
time in the show. Next time, pasti
ada saatnya mereka mengupas tuntas pesan dan lirik dalam lagu-lagu BTS, bukan
hanya A-Track mereka tapi B-Track mereka.
Translated by Me
Original Source The Guardians by Caroline Sullivan



Komentar
Posting Komentar